Sepanjang sejarah sepakbola, ada banyak suporter yang fanatik terhadap klubnya. Dan banyak cara juga mereka apresiasikan untuk klub tercinta dari nyanyian untuk memeriahkan suasana hingga bunyi petasan yang membahana di stadion. Itu semua mereka lakukan untuk menunjukan bahwa mereka ada di sana sebagai pemain ke-12.
Tapi terkadang para fans fanatik ini terlalu jauh dalam mengapresiasikan sebuah klub kesayangan mereka. Berikut ini adalah 10 benda teraneh yang pernah dilempar supporter ke dalam lapangan sepakbola sepanjang sejarah.
1. Bola Pantai
Terjadi di Skotlandia pada pertandingan Celtics vs Glasgow.
2. Kepala Babi
Ini merupakan bentuk kekesalan fans Barcelona terhadap Luis Figo, karena Figo pindah ke Real Madrid yang merupakan musuh bebuyutan Barcelona.
3. Scooter
Ini terjadi pada saat pertandingan Inter Milan vs Atalanta. Sebelum pertandingan dimulai, fans Inter mencuri scooter dari fans Atalanta dan memasukkannya ke dalam stadion. Scooter di simpan di tempat kosong di dalam Stadion San Siro dan berusaha diarahkan ke dalam lapangan.
4. Kelinci
Ini terjadi di Yunani, ketika pertandingan tim Apoel vs Omonia Nicosia berlangsung.
5. Vibrator
Suporter gila di Argentina melemparkan vibrator ke dalam lapangan.
Terjadi di Spanyol tahun 2006, pada saat pertandingan Atletico Madrid vs Sevilla.
8. Donat
Suporter Hajduk Split (Kroasia) memprotes presiden klub mereka dengan melempar donat ke dalam lapangan. Kebetulan Presiden Klub mereka mempunyai perusahaan kue donat.
9. Granat Tangan
Dalam pertandingan pada tahun 1966 pertandingan antara Millwall dan Brentford di Den Lama, seseorang dari penonton melemparkan granat pada Brentford kiper Brodie Chic, yang mendarat tepat di tujuan.
Setelah mendapatkan lemparan dari penonton, Brodie meminta hakim garis untuk datang mengecek benda apa yang dilempar untuknya, setelah hakim garis mengecek bahwa benda itu granat, ia langsung mengisyaratkan semua pemain untuk meninggalkan lapangan secepat mungkin.
10. Bola Tenis
Para penggemar Hull City memutuskan untuk melempar bola tenis pada pertandingan Piala Liga di Stadion Reebox melawan Bolton untuk mendapatkan perhatian media Lloyd. Dan itu berhasil.
ALQOIMKALTIM.COM - Pesta akbar sepak bola Piala Dunia sudah berlangsung 16 hari sejak di buka pada tanggal Jum’at, 11 Juni 2010. Piala Dunia. Jutaan orang di seluruh dunia bersemangat menanti hajatan yang digelar setiap empat tahun sekali oleh penggilanya. Sepakbola menjadi pertunjukan paling banyak menyedot perhatian publik di muka bumi ini. Sepakbola juga mampu menyuguhkan berbagai aksi mengagumkan hingga aksi paling brutal.
Penghargaan juga diberikan bagi para pemain sepakbola yang mampu menunjukkan kemampuannya di lapangan hijau. Tentu, Anda sudah terbiasa mendengar pencetak gol terbanyak maupun terbaik, umpan terbaik, penyelamatan terbaik dan serba terbaik lainnya. Namun Sepak bola khususnya di even seperti Piala Dunia tak luput dari insiden kontroversial. Ada banyak kontroversi selama bertahun-tahun tapi di sini disajikan 10 insiden paling kontroversial versi Urban Titan.
1. Gol Geoff Hurst di Final Piala Dunia (1966)
Apakah bola itu melewati garis atau tidak? Debat seputar gol itu masih merebak sampai pada hari ini. Gol kedua Geoff Hurst pada saat pertambahan waktu di final Piala Dunia 1966. Inggris keluar sebagai pemenang atas Jerman Barat dengan sekor 4-2 pada Piala Dunia kala itu dan ini merupakan salah satu partai final paling kontroversial dalam sejarah PD.. Kontroversi terjadi pada gol kedua Hurst. Bola yang ditendangnya membentur mistar gawang Jerman Barat dan melesat ke luar gawang.Hurst sendiri sempat ragu, apakah bola itu masuk ke dalam gawang aiau tidak. Setelah menendang bola itu. Hurst terdiam, begitu juga dengan wasit Gottfried Dienst dari Swiss. Justru rekan-rekan Hurst yang menyambutnya dengan selebrasl.
2. Kuwait vs Perancis (1982)
Dalam pertandingan antara Perancis dan Kuwait, pemain Kuwait memprotes gol Perancis. Menurut mereka, mereka berhenti bermain karena bunyi peluit wasit. Presiden Federasi Sepak Bola Kuwait, Pangeran Fahid, menghampiri wasit dan mengancam akan meninggalkan pertandingan. Wasit menarik keputusannya. Perancis sendiri menang 4-1. Wasit itu diskors dan Fahid didenda 14.000 dollar Amerika.
3. Jerman Barat vs Austria (1982)
Jerman Barat dan Austria diduga melakukan konspirasi di pertandingan terakhir babak pertama fase grup. Jika Jerman menang melawan Austria, maka kedua negara akan lolos ke babak kedua. Aljazair menjadi tim yang dirugikan dengan hasil ini.
4. Hand of God (1986)
Di piala dunia meksiko 1986, argentina menjadi kandidat kuat juara, thanks to maradona, semua itu tercapai. Di babak kuarter final melawan inggris, gol kontoversial itu terjadi. Maradona meninju bola dengan tangannya dan sukses mengelabui wasit dan penjaga garis. Protes kiper Peter Shilton dan pemain inggris tidak mengubah keputusan wasit. “Shilton itu tsangat inggi. Dia tidak melihat apa pun ketika saya meninju bola. Pemain inggris lain yang memberitahu,” jawab maradona 20 tahun sesudah gol kontoversial itu terjadi di Tv argentina. Lucunya pemain Argentina juga tidak ada yang menghampiri maradona untuk merayakan Gol yang terkenal dengan Gol Tangan Tuhan itu. Mereka tahu kalo gol itu tidak sah.
Maradona’s Goal Celebration (1994)
pepatah mengatakan mata adalah jendela jiwa Anda. Nah, dalam kasus Maradona, mata adalah jendela untuk menggunakan efedrin. Setelah mencetak gol sensasional dalam pertandingan pembukaan Argentina pada Piala Dunia 1994 ia berlari ke arah kamera video terdekat dengan ekspresi psikotik di wajahnya. Orang-orang curiga atas tingkah polahnya, akhirnya contoh urinpun diminta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ia telah menggunakan suatu zat yang dilarang di efedrin dan sebagai hasilnya ia diusir tidak boleh mengikuti turnamen.
Bek timnas Kolombia Andres Escobar menemui ajalnya secara tragis setelah ditembak di luar bar El Indio di pinggiran kota kelahirannya di Medellin, Kolombia pada 2 Juli 1994. Sebelum keluar bunyi tembakan, terdengar teriakan panjang “goooool….” menirukan suara khas komentator sepakbola ala Amerika Latin. Tercatat sebanyak 12 kali teriakan yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah peluru yang dihamburkan. Escobar harus menebus “dosanya” karena melakukan gol bunuh diri yang menyebabkan kekalahan Kolumbia 1-2 dari tuan rumah AS di babak penyisihan Piala Dunia 1994, peristiwa yang terjadi hanya berjarak sepuluh hari sebelumnya. Laporan berbagai media menyatakan bahwa Escobar dihabisi oleh kelompok sindikat judi yang bertaruh dalam jumlah besar dengan keyakinan Kolombia akan lolos ke babak kedua.
7. Kartu Merah David Beckham (1998)
Inggris tersingkir oleh Argentina melalui adu penalti di Piala Dunia ’98. Di awal babak kedua terjadi malapetaka bagi Inggris, dan terutama bagi Beckham. Hanya berselang satu menit setelah kick-off, Beckham terprovokasi, membuat kesalahan bodoh dan sangat fatal, menendang Diego Simone. Tak ayal, wasit Kim Milton Nielson (Denmark) mengeluarkan kartu merah bagi Beckham. Inggris mampu bertahan sampai babak perpanjangan waktu, tapi akhirnya kalah dalam adu penalti.
Kekalahan itu membuat Beckham begitu dibenci dan dimusuhi publik. Bahkan, tak sedikit yang mengancam akan membunuhnya. Tapi, apa yang terjadi? Dalam waktu tak terlalu lama, Beckham tampil memesona, mengantarkan klubnya, Manchester United meraih tiga gelar dalam semusim atau treble winners.
8. Kemenangan Korea Selatan Atas Itali (2002)
Kekacauan di Korea Selatan (Korsel) tahun 2002 adalah salah satu yang teranyar ketika Korsel dibantu wasit asal Ekuador mengalahkan Italia 2-1 di babak 16 besar.
Byron Moreno, sang wasit, pertama menganulir gol Italia tanpa sebab yang jelas, menolak memberikan pinalti kepada Italia, dan memberi Fransesco Totti kartu merah karena dinilai ‘diving’.
Akhirnya Italia kalah 2-1 oleh gol emas Ahn Jung Hwan striker Perugia yang ironisnya dipecat oleh klubnya setelah Piala Dunia.
9. Kedipan Mata Ronaldo (2006)
Pertandingan melawan Belanda di 16 Besar merupakan salah satu pertandingan terburuk dalam sejarah Piala Dunia. Wasit harus mengeluarkan 16 kartu kuning dan empat pemain terpaksa diusir. Pertandingan tidak bisa berjalan normal karena setiap saat wasit meniup peluit untuk melerai pemain kedua tim yang selalu ribut.
Kontroversi Portugal berlanjut di perempat-final saat bertemu Inggris. Mereka memprovokasi wasit sehingga mengusir Wayne Rooney. Bahkan Ronaldo ikut-ikutan memprovokasi meski tak mengetahui insiden yang terjadi.
Setelah ‘mengusir’ Rooney, Ronaldo terlihat mengedipkan mata ke arah ofisial tim. Kedipan mata Ronaldo tertangkap kamera fotografer Inggris sehingga menjadi kontroversi di sepakbola Inggris.
Portugal mencatat rekor karena menjadi tim yang mengantungi 24 kartu kuning dalam satu ajang Piala Dunia. Ironisnya, Portugal meraih penghargaan sebagai tim paling menghibur (most entertaining team).
10. Tandukan Zidane’s (2006)
“Tandukan maut” ala Zidane memang menjadi momen paling sulit dilupakan dalam sejarah kartu merah sepakbola. Legenda hidup Prancis ini berbuat bodoh dengan menanduk Marco Materazzi saat Prancis bertemu Italia di final Piala Dunia 2006.
Meski Zizou–julukan Zidane– mengaku terpancing oleh provokasi Materazzi, namun wasit Horacio Elizondo akhirnya mengeluarkan kartu merah buat Zidane. Zizou sendiri mengaku jika kejadian itu menjadi insiden yang paling memalukan baginya.
Insiden itu berawal saat Materazzi selalu menjaga pergerakan Zidane dengan memegangi kaosnya. Tak senang dengan sikap Matrix –julukan Materazzi–, Zidane langsung berkata,” jika kamu mau kaosku, saya akan berikan nanti.”
Materazzi langsung membalasnya; “Saya lebih senang dengan saudara perempuanmu yang pelacur.”
Akhirnya, tandukan keras Zidane mendarat ke dada Materazzi. Pertandingan itu sendiri dimenangkan Italia dengan drama adu penalti.
wandinews.com - Pemain Bolton Wanderes, Fabrice Muamba jatuh pingsan ketika bertanding melawan Tottenham Hotspurs pada laga perempat final Piala FA, di White Hart Lane Minggu (18/3/2012) WIB. Muamba terjatuh pingsan pada menit 42. Fabrice Muamba segera dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan kemudian dihentikan oleh wasit Howard Webb.
Berikut ini merupakan daftar pemain sepak bola yang meninggal ketika bertanding :
1. Marc-Vivien Foe Pemain tim nasional Kamerun ini pingsan ketika bermain di Piala Konfederasi 2006 di Lyon, Perancis melawan Kolombia 26 Juni 2003. Foe tiba-tiba terjatuh di tengah lapangan. Foe meninggal beberapa saat kemudian.
2. Antonio Puerta Pemain klub Sevilla tersebut mengalami gagal jantung ketika menghadapi Getafe 28 Agustus 2007 pada partai pembuka La Liga.
3. Jumadi Abdi Gelandang Indonesia yang bermain untuk Bontang FC ini mengalami benturan keras ketika bertanding melawan Persela Lamongan pada tanggal 7 Maret 2009. Delapan hari kemudian, pemain berumur 26 tahun ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Jumadi meninggal akibat kerusakan di sejumlah organ vital bagian dalam.
4. John Tomson John Tomson merupakan mantan kiper Glasgow Celtic yang meninggal setelah bertabrakan dengan pemain Glasgow Rangers ketika laga Old Firm di Stadion Ibrox pada 5 September 1931. John Tomson meninggal dalam usia 22 tahun.
5. Hugo Cunha Pemain tengah klub Portugal Uniao Leiria ini pingsan kemudian meninggal dalam sebuah pertandingan persahabatan pada bulan Juni 2005. Hugo Cunha meninggal dalam usia 28 tahun
6. Marcio Dos Santos Striker Brazil berumur 28 tahun ini meninggal akibat serangan jantung beberapa jam setelah mencetak gol pada Oktober 2002. Dos Santos adalah pemain tim Peru, Deportivo Wanka.
7. Miklos Feher Pemain Benfica ini pingsan akibat serangan jantung dalam pertandingan liga Portugal melawan Vitoria Guimaraes pada 24 Januari. Pemain tim nasional Hongaria ini tewas dalam umur 24 tahun
8. Dave Longhurst Pemain York City berumur 25 tahun ini tewas setelah pingsan selama dua menit dalam pertandingan melawan Lincoln City pada September 1990. Hasil otopsi menunjukkan Longhurst meninggal akibat masalah jantung.
9. Samuel Okwaraji Pemain Nigeria Samuel Okwaraji pingsan selama 10 menit ketika melakoni pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Angola di lagos pada Agustus 1989. Okwaraji meninggal karena penyakit jantung.
10. Serginho Bek sao Caetano ini meninggal karena mengalami masalah pernafasan ketika bertanding melawan Sao Paulo pada Oktober 2004
Kejadian ini dialami Lilis sekitar tahun 2001. Saat mana musim buah rambutan sedang melimpah ruah. Lilis rupanya salah satu penggemar berat buah-buahan yang hanya berbuah dalam satu musim ini. Nah, karena kepincut dengan buah berambut ini, sampai-sampai dia mengalami kejadian menyeramkan ini. Pada tengah malam ia ditemui gerombolan orang aneh yang berjalan beriringan. Seperti dituturkan Lilis dalam kisahnya, saat dia kemecer ingin menikmati segar buah rambutan, pada tengah malampun tidak bakalan membuatnya surut menikmati. Ia sudah berulang kali membeli pada tengah malam, karena menunggu sampai suaminya yang bertugas sebagai satpam pulang kerja. Seperti malam itu, ia berdua bersama suaminya berniat untuk membeli buah rambutan di daerah pinggiran kota. Tempat yang dituju adalah sebuah sentra bongkar muat buah rambutan. Jarak tempuh dari rumahnya lumayan jauh. Namun karena sudah niatnya, Lilis tetap berangkat juga dengan pertimbangan di situ bisa memilih buah yang masih segar dan agak murah. Malam itu selepas suaminya kerja, jam menunjukkan pukul 20.00. Belum terlalu larut memang. Keduanya berboncengan naik sepeda motor, sekalian ingin mencari angin. Setelah memilih-milih buah rambutan keduanya bermaksud segera pulang. Tanpa terasa hujan mulai turun rintik-rintik. Sementara keduanya tidak membawa mantel. Karena takut kehujanan dan masuk angin, akhirnya memilih tempat untuk berteduh. Sampai gerimis berhentik waktu tak terasa telah mendekati tengah malam. Ketika dilirik jarum kecil jam tangannya menunjuk angka 12 (tengah malam, red) kurang dikit. Karena takut terlalu lama di jalan, akhirnya diputuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Tak terasa perjalanan mulai memasuki daerah perbatasan. Jalan nampak sepi dan lampu disekitar padam. Di depan tampak ada truk yang mogok. Motor terus berjalan sampai hampir mendekati truk yang mogok tepat di depan stasiun itu. Ketika hampir mendekati kira-kira berjarak 1 meter, Lilis dan suaminya sempat tak percaya menyaksikan rombongan orang yang berjalan menyeberang jalan dengan bergandengan. Jumlahnya ada puluhan. Anehnya, wajah mereka semuanya pucat pasi, tanpa ekspresi. Kemunculan rombongan itu sampai-sampai membuat suaminya meminggirkan laju motor agar tidak menabrak orang-orang tersebut. Sambil terus jalan Lilis iseng-iseng menoleh ke belakang. Anehnya lagi, rombongan orang tersebut tak nampak sama sekali. Dia coba tanyakan pada suaminya, ternyata suaminya juga tidak melihatnya tampak di kaca spion. Karena masih penasaran akhirnya Lilis minta kepada suaminya agar menanyakan kejadian tadi pada seorang tukang becak yang kebetulan mangkal di dekat stasiun. Ketika kemunculan manusia aneh itu ditanyakan, jabawan yang didapat justru membuatnya terhenyak. “Oh… rombongan orang-orang itu tho. Tidak perlu takut, mereka itu memang sering muncul di dekat stasiun. Mereka itu memedi penunggu stasiun, mungkin saja para korban kecelakaan KA yang meninggal beberapa tahun lalu. Tidak usah dipikirkan, mereka tidak pernah mengganggu,” tutur tukang becak itu. Mak blek! Jantung Lilis nyari saja copot mendengar penuturan itu. Maklum seumur-umurnya belum pernah menyaksikan penampakkan makhluk halus. Tahu itu Lilis segera mengajak suaminya cepat-cepat melanjutkan perjalanan. Tak terasa bulu kuduknya merinding. Sampai di rumah ia masih belum percaya dengan pemandangan itu. Tapi kata suaminya yang mengerti tentang ‘dunia lain’ ini mengatakan jika rombongan yang dilihatnya tadi memang bukan manusia, melainkan makhluk halus yang gentayangan. Hanya itu saja yang dikatakan suaminya. Atas kejadian yang baru dialami, Lilis diam-diam mengaku bersyukur karena baru tahu itu hantu setelah penampakkan itu tidak terlihat. Kalau ngerti saat berpapasan mungkin saja dia sudah pingsan duluan.
Cerita ini berawal sekitar tahun 1998 di kota Jepara, sewaktu Rudi bekerja di sebuah PTS di kota Kudus. Dia sebagai staf kantor. Kebetulan karena belum mendapatkan tempat kos, Rudi disarankan atasannya tinggal di kantor. Ada 2 kamar yang bisa dipakai, selain kamar yang ditempatinya bersama teman sekerja, Kasno, kamar satunya dipakai Bu Isa, tukang bersih-bersih kantor. Hari pertama tidur di mes, tahu-tahu Rudi sudah mengalami kejadian aneh. Waktu tengah malam dia mendengar langkah kaki berat berjalan dan seperti berdiri di depan kamar. Disusul suara seperti orang berdehem. Membuat malam itu terasa gerah. Pagi harinya ketika kejadian semalam ditanyakan bu Isa dan dan Kasno jawabannya ternyata pendek saja, “Oh, Pakdhenya datang,” komentar mereka. Hari berikutnya terus terjadi keanehan yang sama, ketika ditanyakan Kasno setengah mendesak, dengan enteng dijawab yang disebut Pakdhe itu genderuwo! Spontan Rudi kaget mendengar nama genderuwo. Malam berikutnya, sekitar jam 02.00 Rudi tidur di luar karena di dalam terasa panas. Waktu tidur dia diganggu suara besi di pukul-pukul “teng teng teng” membuatnya terbangun untuk mencari asal suara tersebut. Sepertinya suara di lantai 2, sehingga dia menuju arah suara tersebut. Tepat di pojok ruang di bawah remang-remang lampu dilihatnya sebentuk warna putih tegak sedang berdiri. Penasaran dengan apa yang dilihatnya, sosok itu didekati, setelah jelas Rudi langsung berjingkat. Sosok yang ada dihadapannya itu ternyata pocongan ! Terlihat jelas sosok itu menatap ke arahnya. Spontan Rudi lari terbirit-birit masuk kamar. “Aku melihat sebentuk pocongan anak-anak tapi lama kelamaan menjadi besar. Benar-benar gila,” ujarnya kepada Kasno. Jawaban tentang hantu-hantu yang tiap malam berkelana dalam kantor, baru dapat ditemukan pada esok harinya. Saat jalan di belakang gedung sekolah dia melihat di tengah lapangan yang di paving ada cekungan yang berderet-deret sejajar. Dia lalu bertanya pada Bu Isa, barulah ditemukan jawaban jelas, jika gedung sekolah yang dihuni sebelumnya bekas tanah pemakaman. Bu Isa dan Kasno sendiri sudah terbiasa tinggal di tempat itu, sehingga tidak begitu mengubris kalaupun ada kejadian aneh. Setelah mendengar penuturan itu sekujur tubuh Rudi langsung lemas. Dia tidak mampu berbuat apa-apa karena kenyatannya lahan kuburan telah berganti gedung sekolah yang megah. Menurut penuturannya hantu-hantu itu sampai sekarang masih bergentayangan. Namun, dia sudah lama tidak berkeja di sekolahan itu lagi.
Kabar hantu penunggu kampus gentayangan sudah lama didengar Rudi. Belakangan kabar kemunculan hantu berwajah seram itu makin santer jadi bahan pembicaraan. Menurut kabar yang berhembus salah seorang mahasiswi putri Jumat Kliwon yang lalu mendadak jatuh pingsan di WC kampus. Kabarnya, dia kaget setengah mati ketemu hantu kampus. Rudi semula tidak begitu menanggapi kabar burung yang ia sendiri belum pernah mengalami. Meski dalam hati kecilnya mengakui jika di dunia ini masih ada alam lain, alaming lelembut yang tidak selalu bisa dilihat dengan kasat mata. Sampai pula Rudi mendengar kabar korban jatuh yang kali ketiga, juga masih mahasiswi putri yang ditemukan pingsan di WC kampus. Setelah siuman dia mengakui kaget bercampur takut setengah mati menyaksikan makhluk menyeramkan tiba-tiba muncul di WC yang berada di ujung bangunan kampus paling belakang. Mahasiswi itu jatuh pingsan, karena saking takutnya melihat sosok menyeramkan itu hendak mendekatinya. “Ah, hantu yang saya lihat berwujud manusia. Cuma wajahnya amat menakutkan, ahh…saya tidak mau membayangkannya lagi,” tutur mahasiswi itu ketika ditanya Rudi. Keterangan yang didapat belumlah memuaskan, membuat Rudi semakin penasaran untuk mengungkap misteri di balik kemunculan hantu kampus. “Sebagai orang beriman aku tidak boleh takut dengan lelembut macam apapun. Wong derajad saya sebagai manusia lebih tinggi dibandingkan ‘begundal-begundal’ itu,” bisik batin Rudi mengumpat hantu itu dengan sengit. Di kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 1999 tempat Rudi menimba ilmu, keberanian Rudi berhadapan dengan lelembut memang bolehlah diacungi jempol. Dia paling sering menunggui jenazah yang outopsi ketika ada praktik anastesi. Wajar saja berani, pasalnya ketika masih duduk di bangku SLTP dulu Rudi pernah masuk pondok pesantren. Amalan dan doa-doa untuk mengusir makhluk halus banyak yang dia kuasai. Lalu berhasilkan dia menguak misteri kemunculan hantu kampus ? Kamis pagi itu Rudi mulai merencanakan bertemu dengan hantu. Awalnya, dia mencari keterangan pada beberapa warga yang tinggal di sekitar kampus, mencari asal-usul tempat yang kini dibangun kampus berada di pinggiran kota itu. Ada beberapa versi yang memberi keterangan berbeda. Kabar yang didapat tempat itu dulunya bekas penjagalan hewan, bekas kuburan kuno, dan kabar terakhir yang dia dengar tempat itu dulunya bekas markas pembantaian para gerombolan PKI ! Mana yang benar ? “Aku harus membuktikan sendiri,” bisiknya lagi. Satu lagi kabar yang dia dengar dari warga setempat, beberapa tahun lalu sebelum dibangun kampus pada tahun 1984, warga sekitar sering ditemui sosok pria yang suka mondar-mandir di sekitar tanah lapang setempat tanpa kepala. Dibarengi dengan kemunculan sosok seorang wanita gemuk bertaring, dan pria berkulit hitam legam yang bisa keluar masuk tanah. Sejauh ini misteri kemunculan sosok-sosok itu belum berhasil diungkap warga setempat. Upaya untuk melacak pernah dilakukan dengan memanggil orang pintar, namun tidak berhasil karena dia merasa kalah kuat dengan lelembut tersebut. Sampai kemudian Rudi bertemu dengan sesepuh kawasan tersebut, Mbah Karso. Mbah Karso diam-diam sudah tahu maksud Rudi memintai keterangan warga. Dia sebagai warga yang sudah lama tinggal di tempat sekitar, pengakui salut terhadap jiwa muda Rudi. “Datang saja di tempat yang biasa dia muncul. Nanti kan Jumat Kliwon, mbah yakin di sana pasti sepi. Begundal-begundal itu pasti muncul,” ucap Mbah Karso membuat Rudi terkejut. Dari mana Mbah Karso tahu dia menjuluki lelembut itu ‘begundal’ ? Pukul 21.00 WIB ketika suasana kampus mulai sepi. Terlihat dari kejauhan sesosok pemuda bertubuh tegap mengendap-endap mendekati bangunan WC ujung belakang kampus. Langkahnya pelan sambil kedua matanya tidak henti mengawasi setiap sudut bangunan. Menyelidik kemungkinan hantu yang bikin takut mahasiswi itu muncul. Langkah dia terhenti di pojok belakang WC. Tatapan matanya nanar memandangi semak-semak di belakang WC. Sejenak itu dia menyelidik lalu kemudian duduk bersila, dan kedua matanya pun terpejam. Tidak ubahnya orang duduk bersemedi. Sekitar 10 menit berdiam diri, mendadak desiran angin malam berhembus tidak seperti biasanya. Agak kencang dan terasa hanya di sekitar tubuhnya. Tiba-tiba pundaknya terasa seperti ditepuk dari belakang. Dia terkesiap, lalu menoleh ke belakang. Ternyata tiga sosok yang disebut-sebut hantu itu memandanginya nanar. Wajah mengerikan mengerikan sama seperti yang dituturkan para warga. “Tolong aku nak…tolong aku…,” ujar ketiganya sambil menunjuk semak-semak di belakang WC. Jantung pemuda itu berguncang keras menatap hantu-hantu berwajah seram itu. Belum habis dia berpikir dari balik lorong WC muncul orang tua yang ringkih, Mbah Karso. “Biarkan dia Nak Rudi. Jangan diusik, dia tampaknya butuh pertolongan kita,” tutur pak tua itu. Tidak beberapa lama bayangan hantu itu berlahan-lahan hilang seiring keluarnya asap tipis. “Tolonglah aku malam ini juga…,” seru ketiganya sebelum menghilang. Rudi dan Mbah Karso bertatapan seperti tidak percaya dengan yang baru dilihat, di tempat sepi itu pun hanya tinggal dia berdua. “Ayo bantu Mbah menggali semak-semak. Di situ pasti ada tulang mereka. Dia itu arwah mati penasaran. Dulu di tempat sini memang pernah tinggal sekeluarga, mereka mati dibunuh,” tutur Mbah Karso yang membuat Rudi semakin bertanya-tanya. “Anehnya, mayat mereka tidak ditemukan. Nah, mungkin mereka dikubur di situ,”. Diakui Mbah Karso selama ini dia hanya diam mendengar kabar kemunculan hantu, karena merasa belum menemukan orang yang seperti Rudi. Pemberani dan selalu ingin tahu tentang misteri di balik kemunculan makhluk gaib. “Nah, itu warga sudah datang. Mereka pada datang ke sini setelah saya beri tahu,” paparnya. Dalam sekejab tempat itu ramai dipenuhi puluhan warga yang ingin menyaksikan penggalian mayat yang pernah dikabarkan hilang puluhan tahun yang lalu. Tidak berapa lama semak-semak telah berganti galian. Dan, memang benar di dalamnya ditemukan tumpukan tulang belulang yang sudah rusak. Dalam hati Rudi bersyukur telah membantu menenangkan ketiga arwah. Terlebih lagi yang membuat dia lega, kejadian penggalian mayat itu tidak ada satu pun mahasiswa yang tahu.
Kejadian ini dialami keluarga Rohman (31) warga Sampangan Semarang. Gara-gara membuang air panas sembarangan anak Rohman tertimpa bencana. Begitu air seember dibuang ke pekarangan belakang rumah, mendadak anak laki satu-satunya yang masih berumur 5 tahun menjerit-jerit kelojotan. Rohman menyaksikan keganjilan itu tidak habis pikir. Dedy, anak laki-lakinya itu meronta-ronta kepanasan. Padahal, sedikit pun tidak terlihat bekas luka mendera di tubuhnya. Dari sore hingga esok harinya, tangisnya tidak pernah berhenti. Tentu bikin kelimpungan Rohman dan istrinya. Berbagai bujuk rayu dilakukan, tapi semuanya seperti sia-sia. Bahkan, pagi itu kondisi Dedy makin mememburuk. Kejadian ini dialami, sore itu ketika saat magrib tiba, Rohman membuang air panas bekas rebusan jagung di belakang rumahnya. Usai membuang di pekarangan yang tidak dirawat hingga tumbuh semak-semak liar itu, ia pun berangkat ke masjid yang berada tidak jauh dari rumahnya. Magrib itu Rohman melakukan salat berjamaah. Namun, begitu dia turun dari masjid beberapa tetangga menjemputnya. Dia mendapatkan berita tidak baik. Anaknya tanpa sebab yang pasti tiba-tiba meronta tidak karuan. Persis seperti cacing yang kepanasan. “Aduh..panas…panaaassssssss…,” teriak anaknya itu. mendapat penderitaan si anak, ia lantas memanggil beberapa keluarganya untuk ikut menentramkan Dedy. Tapi, lagi-lagi upaya yang ditempuh tidak membuahkan hasil. Sampai pagi hari segala upaya untuk menenangkan Dedy tidak ada hasil. Baru siang harinya ada kerabat yang mengusulkan agar dicarikan pengobatan alternatif ke orang pintar. Melihat kejadiannya yang tanpa sebab, keluarga Rohman percaya jika penyakit Dedy tidak wajar. Dugaan itu ternyata benar. Paranormal yang didatangi Rohman mengatakan, jika anak balitanya mendapat penyakit akibat amarah dedemit. Konon, saat Rohman membuang air panas di semak-semak belakang rumah, ada makhluk halus yang sedang bermain-main. Akibatnya, sekujur tubuh dedemit melepuh dan kelojotan tidak karuan. Sama persis seperti yang dialami Dedy. Sakit akibat pembalasan si demit ternyata tidak juga dilepas, sebelum Rohman menyadari kekhilafannya dan meminta maaf pada lelembut yang tinggal di belakang rumahnya itu. “Iya Ki… saya memang salah. Air panas itu seharusnya saya buang ke kamar mandi. Bukan di tempat sembarangan. Saya sanggup meminta maaf,” ujar Rohman mengakui kesalahannya pada orang pintar itu. Meski Rohman bersedia meminta maaf tapi pernyataan dia tidak cuma diungkapkan lewat batin dan kata-kata. Berdasarkan hasil interaksi orang pinter dan si demit, ungkapan minta maaf itu harus dibarengi dengan pemberian sesaji yang diletakan di belakang rumahnya. Oleh si Mbah Dukun itu diputuskan sesaji yang diminta demit akan diberikan asalkan tidak berupa tumbal nyawa manusia. Sesuai dengan permintaan yang diminta, Rohman menyediakan sesaji berupa kembang telon, bakaran menyan, telur ayam kampung, dan umbarambe lainnya. Ternyata benar, setelah seluruh prosesi permintaan maaf sudah dipenuhi, tidak lebih 5 menit penyakit yang diderita Dedy tiba-tiba hilang dengan sendirinya. Selebihnya Rohman kepada demit minta agar tidak menggunakan perkarangan sebagai tempat tinggal. Untung saja si demit cukup baik hati, di dengan serta merta mau meninggalkan pekarangan rumah Rohman asalkan, semak belukar yang tumbuh liar di pekarangan itu dibersihkan. Kata si demit, tempat yang tidak terawat dan banyak semak belukar cukup menggiurkan dirinya untuk mendiaminya. Sadar dengan kesalahan yang nyaris membuat celaka anak semata wayangnya, ingatan Rohman ketika itu langsung tertuju pada petuah-petuah yang pernah dia terima dari orang tua dulu. Kakek dan nenek Rohman dulu, selalu mengingatkan jangan sembarang membuang sesuatu pada saat magrib. Kabarnya pada waktu menjelang malam itu, para dedemit pada keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Nah, sepertinya si demit penunggu pekarangan belakang rumah Rohman bermaksud keluar sarang untuk mencari makan. Sialnya, bukan makanan empuk yang bisa dia santap, melainkan air panas yang mengguyur sekujur tubuhnya yang mungil. Karena merasa kepanasan dan bercampur jengkel, dia murka dengan langsung menurunkan kutukan pada anak Rohman.
Sebenarnya pengalamanku ini sudah lama banget, kira-kira pertengahan tahun 2003. Tapi apabila saya teringat masalah ini saya malah jadi takut sendiri terkadang untuk pergi ke toilet pun saya jadi takut. Waktu itu saya sedang mengikuti perkemahan di Kopeng, Salatiga. Saya dan teman-teman yang ikut adalah kontingen pramuka asal Kota Semarang. Pada suatu malam, saya dan teman-teman maen-maen gitar. Biasalah namanya juga anak muda. Kalau siang tidur, malamnya maen-maen. Dasar kelelawar! Setelah siang harinya berlatih, malamnya kami lewatkan bersama dengan bermain gitar, bernyanyi, bakar ikan dan ada juga yang dipojok-pojok berpacaran, tapi jangan salah mereka hanya berbicara doang. Gak lebih! Setelah capek bermain gitar, kami berencana pergi ke warung terdekat untuk membeli makanan atau apa gitu. Nah ketika inilah hal itu terjadi. Saat itu waktu sudah jam 23.00 menjelang tengah malam. Kebetulan kalau pergi ke warung,kami harus melewati jembatan yang sama sekali gak ada penerangan. Ketika melewati jembatan itu, awalnya kami merasa biasa saja. Tapi lama-kelamaan karena kami hanya beberapa orang, mulai muncul rasa ketakutan aneh. Ketika rasa takut itu memuncak, salah seorang teman saya tanpa sengaja menginjak sebuah benda bulat berambut yang setelah kami lihat secara dekat ternyata…..kepala orang!! Kami langsung lari pontang-panting gak jelas gitu karena ketakutan yang sangat. Keesokan harinya barulah kami dapat cerita dari penduduk dekat situ bahwa di daerah itu memang sudah sering ada kejadian menyeramkan seperti itu karena dulu-dulunya ada orang yang mati mengenaskan di daerah itu. Maklum daerahnya memang sepi penduduk, serta hanya ada hutan belantara.
Lima belas tahun yang lalu, tatkala aku hendak pulang kuliah dari lokasi kampus yang berada di kawasan Sampangan, Semarang seringkali aku melakukan kegiatan rutin, yakni mampir dulu untuk sekedar mencari hiburan. Waktu itu, waktunya agak malam dikit, kebetulan ada kuliah umum sehingga rada lama selesainya. Kebetulan malam itu film di bioskop di kawasan Metro cukup mengundang filmnya. Akhirnya lepas kuliah yang satu, yang satu ke perkuliahan lainnya maksudnya nonton bioskop. Pertunjukan dimulai jam 10.00 malam, dan film yang diutar cukup menegangkan. Sekitar 100 menit jantung ini dibuat ngap-ngap’an menikmati adegan film. Kelar nonton, buru-buru ngejar omprengan alias angkutan umum pengganti di waktu malam. Saat itu, aku menunggu omprengan di depan perempatan Peterangan yang cukup lenggang karena udah hampir jam 12 malam. Cuma beberapa orang yang berseliweran, tampak juga mobil-mobil yang biasa lalu-lalang cukup padat, malam itu hanya ada beberapa saja yang melintas. Pikiran sudah melayang entah kemana bersamaan asap rokok yang mengepul dari mulut. Beberapa menit berselang ada suara halus menegurku dari belakang, cukup mengagetkan memang. Tapi di satu sisi seperti percaya gak percaya ternyata dia wanita muda putih dan cantik. Lalu kita memulai percakapan dengan beberapa pertanyaan, “Mau kemana mas,” tanya lembut “Karangayu,” jawabku sopan banget deh “Kamu sendiri kemana mbak, ” tanyaku kemudian. “Tanjungmas, mau nganter ” tawarnya penuh mempesona “Kenapa nggak!” Nggak lama kemudian, kami menuju angkutan tujuan ke Tanjungmas, aneh tiba-tiba saja kendaraan itu melaju, meskipun tidak ada penumpang lain, tapi aku nggak perduli yang ada hanya kebanggaan yang luar biasa, ternyata orang seperti aku bisa juga berkenalan dengan wanita cantik seperti dia. Anehnya, hanya dalam hitungan menit, kami sampai di pintu pelabuhan Tanjungmas. Sampailah kami berdua kesuatu tempat, dimana di sana ada gardu listrik yang besar dan jalan masuk ke sebuah perkampungan yang sunyi, kamipun akhirnya tiba di rumah si cantik itu. Tiba di rumah, aku disuguhi beberapa potong kue dan air minum, tapi semuanya tak kuperdulikan karena mata, tangan dan tatapan ini tak mau lepas darinya. Seperti tersadar aku beristighfar. Lantas aku segera pamit pulang, tapi si wanita cantik itu menahanku dengan keras. Tapi aku tak mau kalah, dengan berbagai cara aku harus segera meninggalkan rumah itu. Terus-menerus mulutku berkomat kamit mengucapkan Asma Allah. Namun saat pulang aku menjadi kebingungan. Jalan yang tadi ternyata areal pertambakan dan semak belukar. Meski panik, aku terus beristighfar, Alhamdulillah ada suara adzan, dan tidak lama kemudian aku melihat lampu jalanan di seberang yang menandakan menuju jalan pulang. Alhamdulillah berkat suara adzan aku selamat dari sergapan hantu wanita tersebut.